Ali albyhaqiy

Sukses tidak diukur dari posisi yang dicapai seseorang dalam hidup, tapi dari kesulitan-kesulitan yang berhasil diatasi ketika berusaha meraih sukses

Hikmah Ramadhan dan keajaiban Lailatul Qadar..

“Berpuasa itu adalah perisai (tameng) dari api neraka, ibarat perisai salah satu kalian dalam peperangan (Hadist)". Jelaslah, begitu besar keutamaan bulan suci Ramadhan.

Datangnya bulan suci ini disambut gembira para malaikat dan umat Nabi Muhammad, hanya orang-orang munafik yang tidak merasa gembira. Betapa tidak, bulan suci Ramadhan adalah bulan yang sarat rahmat, maghfirah (ampunan) dan bulan pembebasan dari api neraka bagi yang mengharap rahmat Allah, dengan imanan wahtisaban (iman dan mengharapkan pahala Allah semata).

“...Bulan Ramadhan awalnya merupakan rahmat, pertengahannya adalah maghfirah (ampunan) dan di akhir bulan Ramadhan adalah pembebasan dari api neraka...”. (Hadist). Termasuk keutamaan bulan puasa bagi seorang hamba yang senatiasa beribadah dengan keimanan dan mengharap ridha Allah semata, dia akan menjadi hamba yang beruntung dan mendapat derajat yang sangat tinggi dimata Allah.

Dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Adaylami, Rasulullah bersabda, maksud hadist: “Diamnya seorang yang sedang berpuasa merupakan tasbih, tidurnya adalah ibadah, Doanya mustajab dan amalan baiknya dilipatgandakan”.

Dalam Hadist yang diriwayatkan Thobroni dan Imam Baihaqy, Rasulullah bersabda, maksud hadist: “Ibadah puasa untuk Allah, tidak ada yang mengetahui pahala yang melakukannya kecuali Allah Azza wa Jalla”. Tentunya, untuk mencapai pahala khusus dalam ibadah puasa harus memenuhi beberapa syarat/adab guna menyempurnakan ibadah seorang hamba, sebagai berikut:

Pertama, niat berpuasa karena Allah, dengan disertai hati yang hadir.
Dua, menjaga perkara-perkara yang membatalkan ibadah puasa (mufthirot) seperti, masuknya makanan/minuman ke dalam perut dengan disengaja, berhubungan badan (seks) antara suami istri di saat menjalankan puasa.

Tiga, menjaga perkara-perkara yang membatalkan pahala puasa (muhbithot) seperti ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), berbohong, melihat wanita yang bukan mahramnya dengan sengaja disertai syahwat.

Yang lain, bersenang-senang bersama istri dengan syahwat, sumpah palsu, menjadi saksi palsu, takabur (sombong/angkuh), menjauhi makanan & minuman dari yang haram, menjauhi dari penghasilan haram, memutuskan hubungan silaturrahmi (permusuhan), berkata kotor dan keji.
Empat, bagi kaum Hawa hendaknya tidak sering keluar rumah dan apabila keluar dari rumah maka wajib menutup aurat sesuai cara syariat.

Keajaiban Lailatul Qadar
Sesungguhnya Lailatul Qadar diturunkan pada malam yang penuh barokah, rahmat dan ampunan, tidaklah seorang hamba yang taat senantiasa di malam itu memohon pada Allah, kecuali akan dikabulkan. Betapa ruginya seorang hamba bila melewatkan malam tersebut.

Maksud firman Allah itu adalah:
Satu, sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Quran) pada malam Lailatul Qadar.
Dua, dan tahukah engkau apakah Lailatul Qadar itu?
Tiga, Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.
Empat, malaikat dan ruh (Jibril) turun padanya dengan izin Tuhan-nya membawa segala perintah.
Lima, sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.

Ayat tersebut merupakan nash dari Quran yang menjelaskan, bahwa Lailatul Qadar adalah kejadian luar biasa yang turun di setiap bulan suci Ramadhan. Segala amal baik yang dilakukan pada malam itu dilipatgandakan pahalanya sehingga seakan-akan seorang hamba beramal selama 1000 bulan. Rasulullah, tidak memberi tahu kepastian terjadinya malam Lailatul Qadar, agar umat Islam senatiasa menghidupkan amalan sunah dan semangat beribadah selama bulan Ramadhan.

Akan tetapi ada beberapa riwayat Hadist sahih yang menjelaskan tanda-tanda turunnya malam Lailatul Qadar akan terjadi pada hitungan tanggal malam ganjil di antara 10 malam terakhir. Umat Nabi Muhammad, diberi kesempatan untuk meraihnya (Lailatul Qadar), di mana pada malam itu para Malaikat diturunkan ke langit bumi guna mengamini dan mencari siapa saja dari Umat Muhammad, yang memohon rahmat, ampunan dan derajat yang sangat tinggi (1000 bulan) dari Allah, hingga menjelang fajar. Hanya orang taat dan bijak yang akan selalu mencari keutamaan Lailatul Qadar dan meraihnya.

Dari Ubadah Ashomid ra, berkata : “Rasulullah telah memberi kami kabar tentang Lailatul Qadar. Beliau bersabda: “Lailatul Qadar adalah 10 akhir di bulan Ramadhan, yaitu pada malam 21 atau malam 23 atau malam 25. Atau malam 27 atau malam 29 atau diakhir malam Ramadhan. Barang siapa menghidupkannya (shalat) dengan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang”.

Dalam riwayat lain, Rasulullah bersabda :“Barang siapa menghidupkan (shalat) malam Lailatul Qadar dengan ibadah karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu (Muttafaqun Alaih)".

Prediksi Terjadinya Lailatul Qadar Versi Imam Qalyubi
Dengan melihat awal hari dari bulan Ramadhan. Jika awal Ramadhan hari Ahad atau Rabu, maka kemungkinan malam Lailatul Qadar pada malam 29. Jika awal Ramadhan hari Jum’at atau Selasa, maka kemungkinan Lailatul Qadar pada malam 27. Jika awal Ramadhan hari Kamis, kemungkinan malam Lailatul Qadar pada malam 25.

Dan jika awal Ramadhan hari Sabtu,maka kemungkinan malam Lailatul Qadar pada malam 23. Sedang jika awal Ramadhan jatuh pada hari Senin, maka kemungkinan malam Lailatul Qadar pada malam 21. Adapun tanda tanda malam Lailatul Qodar adalah udara pada malam itu tidak panas dan tidak dingin (sedang), keesokan harinya matahari tidak terlalu panas.

Walhasil, kunci utama untuk mendapatkan “Lailatul Qadar” adalah melawan hawa nafsu (setan) dengan menghindari segala macam bentuk kemaksiatan serta meperbanyak ibadah terutama shalat malam (qiyamul lail) selama bulan suci Ramadhan atau kita menjadi hamba yang kalah melawan hawa nafsu.

Termasuk kewajiban kita untuk menjaga dan meperingatkan keluarga kita dari hal hal yang merusak moralitas Islam dan bangsa seperti menonton tayangan-tayangan televisi yang tidak mendidik dan merusak moral/mental umat Islam Indonesia, khususnya pada anak-anak kita.

Tentunya, tayangan-tayangan itu jika ditonton akan menggugurkan pahala ibadah puasa kita. Terlebih lagi acara maksiat tersebut ditayangkan saat menjelang waktu sahur. Semestinya mereka wajib menghormati umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, sementara pemerintah kita (MUI) terkesan apatis menanggapi tayangan yang tak bermoral tersebut.

Read More......

WAKTU WAKTU DOA MUSTAJAB

Berdoa dianjurkan kapan saja. Tetapi ada saat-saat istimewa. Kapan?

1. Waktu sepertiga malam terakhir saat orang lain terlelap dalam tidurnya. Allah SWT berfirman:
“…Mereka (para muttaqin) sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir malam, mereka memohon ampun (kepada Allah).”(QS. Adz-Dzariyat: 18-19).

Rasulullah SAW bersabda:
“Rabb (Tuhan) kita turun di setiap malam ke langit yang terendah, yaitu saat sepertiga malam terakhir, maka Dia berfirman : Siapa yang berdoa kepadaKu maka Aku kabulkan, siapa yang meminta kepadaKu maka Aku berikan kepadanya, dan siapa yang meminta ampun kepadaKu maka Aku ampunkan untuknya”. (HR. Al-Bukhari no. 1145, 6321 dan Muslim no. 758).

Dan Amr bin Ibnu Abasah mendengar Nabi SAW bersabda:
“Tempat yang paling mendekatkan seorang hamba dengan Tuhannya adalah saat ia dalam sujudnya dan jika ia bangun melaksanakan shalat pada sepertiga malam yang akhir. Karena itu, jika kamu mampu menjadi orang yang berdzikir kepada Allah pada saat itu maka jadilah.” (HR. At-Tirmidzi, Ahmad dan di-shahih-kan oleh At-Tirmidzi, Al-Hakim, Adz-Dzahabi, dan Al-Albani).

2. Waktu antara adzan dan iqamah, saat menunggu shalat berjama’ah. Sayangnya waktu mustajab ini sering disalahgunakan sebagian umat Islam yang kurang mengerti sunnah atau oleh orang yang kurang menghargai sunnah, sehingga diisi dengan hal-hal yang tidak baik dan tidak dianjurkan Islam, membicarakan urusan dunia, atau hal-hal lain yang tidak bernilai ibadah.

Hal-hal semacam ini sangat merugikan pelakunya karena tidak mengikuti sunnah Nabi SAW dengan sempurna.

Ketentuan waktu ini berdasarkan hadits Anas bin Malik RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
“Doa itu tidak ditolak antara adzan dan iqamah, maka berdoalah!” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban, shahih menurut Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan menurut Al-Arnauth dalam Jami’ul Ushul).

Juga berdasarkan hadits Abdullah bin Amr Ibnul Ash RA, bahwa ada seorang laki-laki berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya para muadzin itu telah mengungguli kita”, maka Rasulullah SAW bersabda: “Ucap-kanlah seperti apa yang diucapkan oleh para muadzin itu dan jika kamu selesai (menjawab), maka memohonlah, kamu pasti diberi.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Hibban, di-hasan-kan oleh Al-Arnauth dan Al-Albani).

3. Pada waktu sujud. Yaitu sujud dalam shalat atau sujud-sujud lain yang diajarkan Islam. Seperti sujud syukur, sujud tilawah dan sujud sahwi. Dalilnya adalah hadits Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
“Keberadaan hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia dalam keadaan sujud, maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim).

Dan hadits Ibnu Abbas RA, ia berkata : “Rasulullah SAW membuka tabir (ketika beliau sakit), sementara orang-orang sedang berbaris (shalat) di belakang Abu Bakar RA, maka Rasulullah SAW bersabda:
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya tidak tersisa dari mubasysyirat nubuwwah (kabar gembira lewat kenabian) kecuali mimpi bagus yang dilihat oleh seorang muslim atau diperlihatkan untuknya. Ingatlah bahwasanya aku dilarang untuk membaca Al-Qur’an ketika ruku’ atau ketika sujud. Adapun di dalam ruku’, maka agungkanlah Allah dan adapun di dalam sujud, maka giat-giatlah berdoa, sebab (hal itu) pantas dikabulkan bagi kalian.” (HR. Muslim).

4. Setelah shalat fardlu. Yaitu setelah melaksanakan shalat-shalat wajib yang lima waktu, termasuk sehabis shalat Jum’at. Allah berfirman:
“Dan bertasbihlah kamu kepada-Nya di malam hari dan selesai shalat.” (QS. Qaaf: 40).

Juga berdasarkan hadits Umamah Al-Bahili, ia berkata : “Rasulullah SAW ditanya tentang doa apa yang paling didengar (oleh Allah), maka beliau bersabda: “Tengah malam terakhir dan setelah shalat-shalat yang diwajibkan.” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata: hadist ini hasan).

Karena itu Imam Syafi’i dan para pengikutnya berkata, dianjurkan bagi imam dan makmumnya serta orang-orang yang shalat sendirian memper-banyak dzkir, wirid dan doa setelah selesai shalat fardhu. Dan dianjurkan membaca dengan pelan, kecuali jika makmum belum mengerti maka imam boleh mengeraskan agar makmum menirukan. Setelah mereka mengerti, maka semua kembali pada hukum semula yaitu sirri (samar-samar). (Syarh Muhadzdzab, III/487).

5. Pada waktu-waktu khusus, tetapi tidak diketahui dengan pasti batasan-batasannya. yaitu sesaat di setiap malam dan sesaat setiap hari Jum’at. Hal ini berdasarkan hadist Jabir RA, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya di malam hari ada satu saat (yang mustajab), tidak ada seorang muslim pun yang bertepatan pada waktu itu meminta kepada Allah kebaikan urusan dunia dan akhirat melainkan Allah pasti memberi kepadanya.” (HR. Muslim).

Hadits Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW pernah menyebut hari Jum’at, beliau bersabda:
“Di dalamnya ada satu saat (yang mustajab) tidaklah seorang hamba muslim yang kebetulan waktu itu sedang mendirikan shalat (atau menunggu shalat) dan memohon kepada Allah sesuatu (hajat) melain-kan Allah pasti mengabulkan permo-honannya.” dan Nabi mengisyaratkan dengan tangannya akan sedikitnya saat mustajab itu. (HR. Al-Bukhari).

Di dalam hadist Muslim dan Abu Dawud dijelaskan: “Yaitu waktu antara duduknya imam (khatib) sampai selesainya shalat (Jum’at)”. Inilah riwayat yang paling shahih dalam hal ini. Sedangkan dalam hadist Abu Dawud yang lain Nabi memerintahkan agar kita mencarinya di akhir waktu Ashar.

An-Nawawi rahimmahullah menjelaskan bahwa para ulama berselisih dalam menentukan saat ijabah ini menjadi sebelas pendapat. Yang benar-benar saat ijabah adalah di antara mulai naiknya khatib ke atas mimbar sampai selesainya imam dari shalat Jum’at. Hal ini berdasarkan hadist yang sangat jelas dalam riwayat Muslim di atas.

Imam An-Nawawi rahimmahullah melanjutkan: “Adapun hadist yang berbunyi: ‘Carilah saat itu pada akhir sesudah Ashar’ (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i dengan sanad shahih), maka hal ini memberi kemungkinan bahwa saat ijabah itu bisa berpindah-pindah, kadang-kadang di saat ini, kadang-kadang di saat itu seperti halnya lailatul qadar.”

Imam Ahmad rahimmahullah berkata: “Kebanyakan ahli hadits menyatakan saat itu adalah setelah Ashar dan diharapkan setelah tergelincirnya matahari.” Lain dengan Ibnu Qayyim. Beliau menjadikannya sebagai dua waktu ijabah yang berlainan. Dalam Kitab Al-Jawabul Kafi beliau berkata:

“(Pertama), jika doa itu disertai dengan hadirnya kalbu dan totalitasnya dalam berkonsentrasi terhadap apa yang diminta, dan bertepatan dengan salah satu dari waktu-waktu ijabah yang enam itu, yaitu :

Sepertiga akhir dari waktu malam.
Ketika adzan.
Waktu antara adzan dan iqamah.
Setelah shalat-shalat fardlu.
Ketika imam naik ke atas mimbar pada hari Jum’at sampai selesainya shalat Jum’at pada hari itu.
Waktu terakhir setelah Ashar”.
(Kedua), jika doa tadi bertepatan dengan kekhusyu’an hati, merendahkan diri di hadapan Sang Penguasa. Menghadap kiblat, berada dalam kondisi suci dari hadats, mengangkat kedua tangan, memulai dengan tahmid (puji-pujian), kemudian membaca shalawat atas Muhammad. Lalu bertobat dan beristighfar sebelum menyebutkan hajat. Kemudian menghadap kepada Allah, bersungguh-bersungguh dalam memohon dengan penuh kefaqiran, dibarengi dengan rasa harap dan cemas. Dan bertawassul dengan asma dan sifatNya serta mentauhidkanNya. Lalu ia dahului doanya itu dengan sedekah terlebih dahulu, maka doa seperti itu hampir tidak tertolak selamanya. Apalagi jika memakai doa-doa yang dikabarkan Nabi SAW sebagai doa yang mustajab atau yang mengandung Al-Ismul-A’zham (Nama Allah Yang Mahabesar).” Ya Allah, kabulkanlah doa-doa kami.

Read More......

Keutamaan Basmalah

Membaca basmalah disunnahkan pada saat mengawali setiap pekerjaan. Disunnahkan juga pada saat hendak masuk ke kamar kecul (toilet). Hal itu sebagaimana disebutkan dalam hadis. Selain itu, basmalah juga disunnahkan untuk dibaca di awal wudhu, sebagaimana diriwayatkan oleh hadis marfu' dalam kitab Musnad Imam Ahmad dan kitab-kitab sunan, dari Abu Hurairah, Sa'id bin Zaid dan Abu Sa'id, Nabi saw bersabda yang artinya, "Tidak sempurna wudhu bagi orang yang tidak membaca nama Allah padanya." (Hadis ini Hasan).

Juga disunnahkan dibaca pada saat hendak makan, berdasarkan hadis dalam Sahih Muslim, bahwa Rasulullah saw pernah bersabda kepada Umar bin Abi Salamah: "Ucapkan 'bismillah', makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang dekat darimu."

Meski demikian, di antara ulama ada yang mewjibkannya. Disunnahkan pula membaca ketika hendak berijma' (melakukan hubungan badan), berdasarkan hadis dalam kitab Sahih al-Bukhari dan Muslim, dari Ibnu Abbas ra, bahwa Rasulullah saw pernah bersabda yang artinya, "Seandainya seseorang di antara kalian apabila hendak mencampuri istrinya membaca, 'Dengan nama Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau anugerahkan kepada kami', jika Allah menakdirkan anak melalui hubungan keduanya, maka anak itu tidak akan diganggu setan selamanya."

Kata "Allah" merupakan nama untuk Rabb. Dikatakan bahwa Allah adalah al-ismul-a'zham (nama yang paling agung), karena nama itu menyandang segala macam sifat, sebagaimana firman Allah yang artinya, "Dialah Allah yang tiada ilah (yang berhak diibadahi) selain Dia, yang mengetahui yang gaib dan nyata. Dialah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang." (Al-Hasyr: 22).

Dengan demikian, semua nama-nama yang baik itu menjadi sifat-Nya. Dalam kitab sahih al-Bukhari dan Muslim diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw telah bersabda, "Sesungguhnya Allah itu mempunyai 99 nama, seratus kurang satu, barangsiapa yang dapat menguasainya, maka ia akan masuk surga."

Mengenai daftar nama yang sesuai dengan jumlah bilangan ini diterangkan dalam hadis yang diriwayatkan at-Tirmidzi dan Ibnu Majah. Namun, antara kedua riwayat itu terdapat perbedaan tambahan dan pengurangan. (Maksudnya disebutkan di dalam riwayat Tirmizi nama-nama yang tidak disebutkan di dalam riwayat Ibnu Majah, demikian juga sebaliknya, pent).

Nama Allah merupakan nama yang tidak diberikan kepada siapa pun selain diri-Nya, yang Maha Suci dan Maha Tinggi. Oleh karena itu, dalam bahasa Arab tidak diketahui dari kata apa nama-Nya itu berasal. Maka, di antara para ahli nahwu ada yang menyatakan bahwa nama itu (Allah) adalah ismun jamid, yaitu nama yang tidak mempunyai kata dasar.

Al-Qurthubi mengutip hal itu dari sejumlah ulama yang di antaranya adalah Imam Syafi'i, al-Khathabi, Imamul Haramain, al-Ghazali, dan lain-lain.

Dari al-Khalil dan Sibawaih diriwayatkan bahwa "alif" dan "lam" dalam kata "Allah" merupakan suatu yang lazim (tak terpisahkan). Al-Khathabi mengatakan, "Tidaklah anda menyadari bahwa anda dapat menyerupakan 'ya Allah' dan tidak dapat menyerukan, 'ya ar-Rahman'." Kalau hal itu bukan dari asal kata, maka tidak boleh memasukkan huruf nida' (seruan) terhadap "alif" dan "lam". Ada juga yang berpendapat bahwa kata Allah itu mempunyai kata dasar.

Ar-rahmanirrahim merupakan dua nama dalam bentuk mubalaghah (bermakna lebih) yang berasal dari satu kata ar-rahmah. Ar-rahman lebih menunjukkan makna yang lebih daripada kata ar-rahim.

Dalam pernyataan Ibnu Jarir, dapat dipahami adanya kecenderungan mengenai hal ini. Sedangkan dalam tafsir sebagian ulama salaf terdapat ungkapan yang menunjukkan hal tersebut.

Al-Qurthubi mengatakan, dalil yang menunjukkan bahwa nama ini musytaq adalah hadis riwayat at-Tirmizi, dari Abdurrahman bin Auf ra, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, "Allah Ta'ala berfirman: 'Aku adalah ar-Rahman, Aku telah menciptakan rahim (rahm-kerabat). Aku telah menjadikan untuknya nama dari nama-Ku. Barangsiapa menyambungnya, maka Aku akan menyambungnya. Dan barangsiapa memutuskannya maka Aku pun memutuskannya'."

Ini merupakan nash bahwa nama tersebut adalah musytaq, karena itu tidak diterima pendapat yang menyalahi yang menentang.

Abu Ali al-Farisi mengatakan, ar-rahman merupakan nama yang bersifat umum dalam segala macam bentuk rahmat, dikhususkan bagi Allah SWT semata. Sedangkan ar-rahim, dimaksudkan bagi orang-orang yang beriman. Berkenaan dengan hal ini, Allah SWT berfirman yang artinya, "Dan Dialah yang Maha Penyanyang kepada orang-orang yang beriman." (Al-Ahzab: 43).

Ibnu al-Mubarak mengatakan ar-Rahman yaitu jika dimintai, Dia akan memberi. Sedangkan ar-Rahim yaitu jika permohonan tidak diajukan kepada-Nya, Dia akan murka. Sebagaimana dalam hadis riwayat at-Tirmizi dan Ibnu Majah dari Abu Shalih al-Farisi al-Khuzui, dari abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa yang tidak memohon kepada Allah, maka Dia akan murka kepadanya."

Nama "ar-Rahman" hanya dikhususkan untuk Allah semata, tidak diberikan kepada selain diri-Nya, sebagaimana firman-Nya yang artinya, "Katakanlah: 'Serulah Allah atau serulah ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kalian seru, Dia mempunyai al-Asma'ul-husna (nama-nama yang terbaik)'." (Al-Israa': 110).

Oleh karena itu, ketika dengan sombongnya Musailamah al-Kadzdzab menyebut dirinya dengan sebutan rahman al-yamamah, maka Allah pun memakaikan padanya pakaian kebohongan dan membongkarnya, sehingga ia tidak dipanggil melainkan dengan sebutan Musailamah al-Kadzdzab (Musailamah si pendusta).

Sedangkan mengenai "ar-Rahim", Allah Ta'ala pernah menyebutkan kata itu untuk selain diri-Nya, yang dalam firman-Nya Allah menyebutkan yang artinya, "Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu. Amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin." (At-Taubah: 128).

Sebagaimana Dia juga pernah menyebut selain diri-Nya dengan salah satu dari nama-nama-Nya, sebagaimana firman-Nya yang ertinya, "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari seteter air mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan ia sami'an (mendengar) dan bashiran (melihat)." Al-Insan: 2).

Dapat disimpulkan bahwa di antara nama-nama Allah itu ada yang disebutkan untuk selain diri-Nya, tetapu ada juga yang tidak disebutkan untuk selain dri-Nya, misalnya nama Allah, ar-Rahman, al-Khaliq, ar-Razzaq, dan lain-lainya.

Oleh karena itu, Dia memulai dengan nama Allah, dan menyifati-Nya dengan ar-Rahman, karena ar-Rahman itu lebih khusus daripada ar-Rahim.

Sumber: Terjemahan Lubabut Tafsir Min Ibnu Katsir (Tafsir Ibnu Katsir), Tim Pustaka Imam as-Syafi'i

Read More......

1. Jangan membuka atau menerima file yang di dapat dr email, mirc dan messenger kalau anda belum kenal dengan pengirimnya dan belum yakin file itu berisi virus.
2. Kalau anda browser ke situs yang tidak anda kenal, matikan program java & java script. Matikan juga fitur install auto atau install on demand supaya program yang berisi virus tidak akan masuk secara otomatis ke komputer anda.
3. Kalau membuka disket, CD, DVD, USB drive dan media luar apapun bentuknya, scan dahulu dengan program antivirus untuk memastikan itu benar-benar aman.

Tips di atas mungkin akan mencegah masuknya virus ke komputer anda, tapi tidak akan 100% pasti komputer anda tidak terkena virus, bisa saja anda kecolongan. Lebih dari 90% komputer yang terkoneksi di Internet pernah terkena virus. Nah untuk mengatasi supaya anda aman dari virus, walaupun virus tersebut sempat masuk ke komputer anda, berikut ini adalah caranya:

1. Virus pada umumnya akan merusak dan memperlambat proses kerja komputer. Untuk menghindari kerusakan yang ditimbulkan virus, anda harus punya cadangan penyimpanan data atau file system. Untuk itulah backup system & data sangat diperlukan, apalagi kita tidak akan mengetahui virus di masa yang akan datang akan secanggih apa dan efek kerusakan yang ditimbulkan sejauh apa. cara backup pada winXp dan winme dengan create restore point dahulu di program> accesories> system tools> system restore, win98 bisa pakai Microsoft Backup dengan membackup folder windows semuanya. Khusus untuk data, Winxp dan winme juga harus menggunakan Microsoft Backup, karena system restore tidak 100% mengembalikan data anda.

Kalau anda males melakukannya secara manual, winxp dan winme sudah otomatis melakukannya setiap anda mematikan komputer anda, Untuk win98 satu-satunya cara hanya memakai program system schedule windows atau program lainnya yang berfungsi sebagai otomatis backup, ketika komputer lagi idle. tapi untuk pastinya, winxp dan winme juga harus memakai program tersebut supaya bila terjadi apa-apa, anda tinggal me-restore kembali. Bila komputer anda hari ini terkena virus, anda tinggal restore system sebelumnya atau yang kemarin.

2. Cara ini adalah untuk mencegah virus merusak file system kita yang biasanya berakhiran EXE, dan Sebelum anda melakukan hal ini, anda harus terlebih dahulu membackup system windows anda (baca keterangan no 1 di atas), karena penulis takut anda melakukan kesalahan yang dapat berakibat fatal terhadap system anda. Anda juga harus mempunyai dasar Windows untuk melakukan ini, kalau tidak, anda akan bingung dan kesulitan untuk memahaminya.

Caranya cukup mudah, anda tinggal merubah attribut dari file EXE anda menjadi READ ONLY alias cuma bisa dibaca, tidak bisa ditulis. caranya bisa anda menggunakan SEARCH dari windows anda, kemudian cari semua program yang ber-ektenstion EXE (search key-nya *.exe) di folder windows. Setelah itu blok semua program yang tampil (atau tekan ctrl+a) terus klik kanan pilih properties. Setelah itu pilih READ-ONLY di bagian bawah kotak pilihan atributes. Bagi yang tahu DOS (command prompt) bisa menggunakan perintah ATTRIB, fungsinya sama saja dengan cara di atas. contoh: c:\windows>attrib +r *.exe

Hal ini akan mencegah virus untuk merubah atau merusak file-file tersebut, karena pilihan tadi mematikan fitur untuk merubah file-file tersebut. Kalau anda ingin lebih yakin virus bisa mendeteksi hal tersebut, anda bisa tambahkan pilihan HIDDEN (menyembunyikan file tersebut) di sebelah kanan dari READ ONLY. Dengan kedua pilihan tersebut virus-virus pada umumnya tidak akan dapat menginfeksi file tersebut. Kalau anda ingin menampakan file HIDDEN ketika membuka folder di komputer anda, anda bisa pilih “show all hidden files” di “folder option”.

Anda juga bisa melakukan hal di atas ke semua folder komputer anda, kalau anda merasa hal ini perlu dilakukan, atau mungkin dilakukan juga ke file lain yang bukan ber-ekstensi EXE atau COM. Cara ini adalah cara yang paling efektif dan telah diuji coba oleh penulis. Satu hal yang penting diketahui, kalau anda ingin melakukan penghapusan atau perubahaan ataupun anda sering meng-update file yang ber-ekstensi EXE tersebut, anda harus ingat untuk membuka proteksi read-only atau hidden tersebut. Kalau tidak file tersebut tidak akan bisa dihapus atau diupdate, dan akan muncul pesan error.

Read More......


Dalil mengamalkan atau membaca Sholawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad shollaallohu ‘alaihi wasallam adalah firman Allah dalam Surat Ahzab Ayat 56 Artinya kurang lebih :

“Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-NYA membaca shalawat kepada Nabi (SAW); wahai orang-orang yang beriman bacalah sholawat dan sampaikan salam sebaik-baiknya kepada-Nya (Nabi SAW).

Sholawat dari Allah SWT kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW berupa penambahan rohmat dan kemulyaan (rohmat takdhim), sedangkan yang kepada selainnya Kanjeng Nabi Muhammad SAW. berupa rohmat dan maghfiroh (kasih sayang dan ampunan). Adapun sholawatnya para Malaikat yang kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW, berupa permohonan rohmat dan kemulyaan kepada Allah bagi Kanjeng Nabi SAW, dan yang kepada selain Kanjeng Nabi Muhammad SAW berupa permohonan rohmat dan maghfiroh.

Mengenai kedudukan hukumnya membaca sholawat, ada beberapa pendapat dari para Ulama. Ada yang mengatakan wajib bil’ijmal, ada yang mengatakan wajib satu kali semasa hidup, dan ada yang berpendapat sunnah. Pendapat yang paling masyhur adalah sunnah muakkad. Akan tetapi membaca shalawat pada tahiyyat akhir dari sembayang hukumnya wajib oleh karena sudah menjadi rukun dari pada sholat.

Bagi para Pengamal Sholawat Wahidiyah dan pada umumnya kita kaum mukminin dan kaum muslimin, di samping memperhatikan pendapat para Ulama tentang kedudukan hukumnya membaca shalawat seperti di atas, yang lebih penting lagi adalah menyadari dengan konsekuen bahwa membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW merupakan kewajiban moral dan keharusan budi nurani tiap-tiap manusia lebih-lebih kita kaum mukminin. Sebab, Pertama kita diperintah membaca sholawat seperti pada Ayat tersebut di atas. Kedua, kita semua berhutang budi kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. yang tidak terhitung banyak dan besarnya, dhohiron wa batinan syar’an wa haqiqotan. Ketiga, faedah dan manfaat membaca sholawat kembali kepada yang membaca. Disamping si pembaca sendiri, keluarganya, masyarakatnya dan bahkan makhluq-makhluq lain ikut merasakan manfaat dan barokahnya bacaan sholawat. Manfaat dan barokah yang luas sekali, baik untuk kepentingan di dunia maupun untuk kepentingan di akhirot. Manfaat lahir dan manfaat batin, manfaat material dan manfaat spiritual. Junjungan kita Kanjeng Nabi Muhammad SAW sendiri tidak berkepentingan tidak gantung kepada bacaan sholawat para ummat. Adanya perintah membaca shalawat justru manfaatnya kembali kepada ummat, untuk mengangkat derajat para ummat, untuk meningkatkan iman, taqwa dan mahabbah para ummat kepada Allah wa Rosuulihi SAW.

Read More......

VISTU COMMUNITY
(Windows Vista & Linux Ubuntu)


Read More......

Untuk mengkonfigurasikan
TCP/IP pada ubuntu edit file /etc/network/interfaces. Sebagai contoh untuk
mengkonfigurasikan eth1 dengan IP 152.118.99.43/24, gateway 152.118.99.1, dan
DNS server 152.118.24.2, maka edit file tersebut dengan:

#### Awal konfigurasi untuk eth1

auto eth1

iface eth1 inet static

address 152.118.99.43

netmask 255.255.255.0

network 152.118.99.0

broadcast 152.118.99.255

gateway 152.118.99.1

dns-nameservers 152.118.24.2

#### Akhir konfigurasi untuk eth1

Jangan lupa juga untuk mengedit dile /etc/resolv.conf untuk mengkonfigurasi DNS server. Edit file ini dengan isi

###

nameserver 152.118.24.2

###

Pada saat kita tidak bisa mengakses file teks yang berisi konfigurasi IP (/etc/network/interfaces) maka konfigursai jaringan harus dilakukan secara manual. Konfigurasi manual dapat dilakuakn dengan dua perintah yaitu ifconfig dan route.Langkahnya sebagai berikut,

1. Konfigurasikan IP dengan ifconfigifconfig eth1 inet static 152.118.99.42 netmask 255.255.255.

02. Konfigurasikan default gateway dengan perintah routeLihat terlebih dahulu routing table yang ada dengan perintah route -n. Hapus semua route yang ada dengan perintahroute del -net .....

Tambahkan route dengan menggunakan perintahroute add -net 0.0.0.0 netmask 0.0.0.0 gw 152.118.99.1 dev eth1route add -net 152.118.99.0 netmask 255.255.255.0 gw 0.0.0.0 dev eth1
Selesai, silahkan dicoba semoga berhasil dan sucses selalu ,Amiiiin.......

Read More......

Link Exchange

negeriads.com

About this blog